PENGUMUMAN: Dikarenakan seluruh staff Kerygma-Online.com sedang libur mulai tanggal 18 Desember 2017 sampai tanggal 8 Januari 2018, maka pesanan Anda, baru akan dilayani pada tanggal 10 Januari 2018. Terima kasih.

Rp. 54.900,-

Pastoral Konseling I
[Soft Cover]

Pastoral Konseling I

Pengarang : Yakub Susabda
Ukuran Buku : 21,5x15,5
Isi : 263 hlm.

Buku ini ditulis dengan maksud untuk menolong, melengkapi

hamba-hamba Tuhan dalam pelayanan konseling mereka. Suatu

pelayanan yang makin hari makin merebut tempat yang sentral dalam seluruh kehidupan pelayanan gereja. Tetapi juga suatu pelayanan yang sampai saat ini masih sering diremehkan dan disalahartikan oleh banyak hamba Tuhan.

 

Oleh sebab itu, di samping tujuan utamanya sebagai buku pegangan, maka buku ini ditulis dengan tiga alasan:

 

Pertama, UNTUK MEMURNIKAN PELAYANAN HAMBA TUHAN.

Kedua, UNTUK MENJERNIHKAN SALAH PENGERTIAN TENTANG PELAYANAN KONSELING

Ketiga, UNTUK MEMPERKENALKAN KEUNIKAN PELAYANAN KONSELING ITU SENDIRI

 

Daftar Isi

 

Pasal I: Apa itu pastoral konseling

A. Hubungan timbal balik antara konselor dan konsele
  Mengapa hubungan ini harus merupakan dialog, Hal-hal apa yang perlu diperhatikan konselor dalam hubungan timbal batik ini:
 

1. Sikap merugikan dari pihak konsele, 2. Dorongan yang merugikan dari dalam diri konselor sendiri

B. Hamba Tuhan sebagai konselor
  Kecenderungannya ke arah profesionalisme, Kecenderungannya dalam melakukan pelayanan konseling:
 

1. Sikap negatif I: tidak jujur terhadap diri sendiri, 2. Sikap negatif II: menolak tanggung jawab.

C. Suasana percakapan konseling yang ideal (Conducive Atmosphere)
  — Understanding
 

1. Empathy (emphatic understanding), 2. Acceptance, 3. Listening

  — Responding
D. Mencapai tujuan hidupnya dalam tanggung jawabnya pada Tuhan
 

1. Melihat tujuan hidupnya secara Kristen, 2. Melihat Alkitab sebagai standar kebenaran yang mutlak, untuk menilai tingkah laku dan kebutuhannya, 3. Memakai sarana dan jalan yang sesuai dengan iman Kristen dalam mencapai tujuan yang benar itu, 4. Melihat tujuan hidupnya secara realistis, 5. Mencapai tujuan hidup yang dicita-citakan dengan takaran dan kekuatan yang sudah diberikan Tuhan kepadanya.

   

Pasal II: Mengapa pastoral konseling perlu dipelajari

1.

Kekaburan tentang apa itu pastoral konseling

2. Pastoral konseling merupakan inti dan pelayanan seorang hamba Tuhan
3. Ketidakpastian dalam dunia pastoral konseling
   

Pasal III: Apa yang membuat pastoral konseling unik dan tidak sama dengan konseling sekular

1.

Pastoral konseling adalah pelayanan hamba Tuhan yang dipercayakan oleh Allah sendiri

2.

Pastoral konseling adalah pelayanan yang mutlak tergantung pada kuasa Roh Kudus

3.

Pastoral konseling adalah pelayanan yang didasarkan pada kebenaran firman Tuhan

4.

Pastoral konseling adalah pelayanan yang bersifat dasarkan teologia dalam integrasinya dengan sumbangan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, khususnya psikologi.

 

Teologia menentukan dasar motivasi pelayanan pastoral konseling, Teologia menentukan tujuan dan pelayanan pastoral konseling, Teologia menentukan dasar, alasan bahkan integrasinya dengan sumbangan ilmu-ilmu pengetahuan yang lainnya khususnya psikologi

   

Pasal IV: Sumbangan psikologi dalam pastoral konseling

1. Pengakuan akan perlunya pengetahuan dasar psikologi
2.

Sumbangan pertama: Informasi dan pengetahuan tentang gejala-gejala kejiwaan pada

umumnya

 

1. Motivasi dan kebutuhan orang di balik pemilihan role dalam komunikasi

 

Eric Berne (Transactional Analysis), Thomas Harris (I am OK — You are Ok)

 

2. Cara yang dipakai untuk melindungi dirinya sendini

 

Defense Mechanism, Resistant dan Reluctant

 

3. Tingkah laku yang dipilih untuk mengekspresikan unmet desires

 

Sexual Activities, Pseudo-masculinity & Pseudo-femininity, Tingkah laku yang merugikan

 

W Glasser — Reality Therapy

Sigmund Freud — Psycho-analysa

Erik H. Erickson — Eight Ages of Man

Karen Homey — Social Psychology

Erich Fromm — Social Psychology

Albert Ellis — Rational Emotive Therapy

Frederick Pearls — Gestalt Psychology

Carl Rogers — Client Centered Therapy

Jay E. Adams — Nouthentic Counseling

3.

Sumbangan kedua: Informasi dan pengetahuan tentang gejala-gejala kejiwaan yang khusus, yang biasanya dikategorikan sebagai “abnormality”

 

1. Pengenalan akan sebab-sebab penyakit jiwa: Predisposing factors, Precipitating factors

2. Pengenalan akan tanda-tanda utama dan penyakit jiwa: Fisik, Psikis, Sosial, Spiritual

3. Pengenalan secara garis besar jenis-jenis penyakit jiwa:

 

— Mental Retardation

— Organic Brain Syndromes

— Psychosis:

 

Schizophrenia, Affective Disorders, Paranoid States

 

— Neurosis:

 

Obsessive-Compulsive, Anxiety-Neurosis, Hysterical-Neurosis, Phobic-Neurosis, Depressive-Neurosis

 

— Personality Disorders:

 

Paranoid personality, Cyclothymic personality, Schizoid personality, Obsessive personality, Explosive personality, Hysterical personality, Asthenic personality, Antisocial personality, Passive Aggresive personality, Inadequate personality, Immature personality, Emotionally Unstable personality

 

— Other Non-Psychotic Disorders

 

Sexual Deviation, Alkoholisme, Kecanduan dan penyalahgunaan Obat-obatan, Kejahatan dan Kenakalan

   

Pasal V: Latihan Praktis Konseling

 

Tahap I Latihan Sensitivitas

Tahap II : Latihan verbatim

Tahap III: Latihan mengklasifikasikan kasus

Tahap IV: Latihan menangani kasus-kasus konseling yang sesungguhnya

Tahap V : Latihan lanjutan

DAFTAR KEPUSTAKAAN


Kategori
Pengarang