Rp. 59.000,-

Politik Kristen di Indonesia Suatu Tinjauan Etis
[Soft Cover]

Politik Kristen di Indonesia Suatu Tinjauan Etis

Pengarang:  Pdt. Saut Hamonangan Sirait
Ukuran Buku:  14.5 x 20.5 cm
Isi: 258 hlm.

 

Bagi yang belum enggan berhenti berpikir, para politisi, akademisi, pendeta atau mahasiswa teologi, buku ini bermanfaat untuk dibaca. Substansi politik dari perspektif iman Kristen dan penggalian Alkitab, kritik historis dan lokus keindonesiaan, cukup tersaji dalam buku ini.

Lahir dari proses pergumulan praksis penulis dan karena itu sangat bermakna untuk didalami. Dapat dikatakan sebagai karya yang mengajak dan merangsang di tengah-tengah kebekuan dan keterasingan gereja dari politik.

"Yang jelas, relevansi buku ini amat terasa ketika terasa benar betapa semakin terpisah dan terasingnya 'dunia politik' dan 'dunia Kristen' dewasa ini."
(Eka Darmaputera)

"Di atas segalanya, buku ini akan menambah khasanah kajian politik Kristen di Indonesia. Dan terus terang buku semacam ini masih sangat langka dalam kepustakaan agama dan politik di Indonesia. Karenanya terbitnya buku ini akan sangat bermanfaat bagi dunia akademis-intelektual."
(Anas Urbaningrum)

Pdt. Saut Hamonangan Sirait dilahirkan di Porsea, 24 April 1962. Setelah menyelesaikan studi S1 pada STT Jakarta, 1986, penulis ditahbiskan sebagai pendeta HKBP tahun 1992. Pada tahun 1999 penulis memperoleh gelar Magister Theologiae pada lembaga yang sama. Selanjutnya penulis pernah melayani sebagai sebagai Direktur Departemen Pemuda HKBP (1991-1996), pengurus DPP PIKI (1989-1993), Ketua DPP PUDI (mundur begitu Soeharto lengser). Hingga kini penulis masih aktif sebagai Ketua DPP GAMKI (1993-sekarang), Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan Pengurus LSM-Kelompok Pelita Sejahtera Medan. Sehari-hari penulis aktif sebagai Wakil Sekretaris Jenderal KIPP.

 

DAFTAR ISI

Prakata
Kata Sambutan (Pdt. Eka Darmaputera, Ph.D.)
Kata Pengantar (Anas Urbaningrum)
Pengantar dari Penerbit

PENDAHULUAN

BAB I ETIKA POLITIK

  1. Pengertian Etika
  2. Pengertian Politik
    2.1. Sebagai Ilmu dan Filsafat
    2.2. Melihat Politik Atena Kuno
    2.3. Sistem Politik
           2.3.1. Demokrasi
           2.3.2. Aristokrasi
           2.3.3. Monarki
  3. Etika Politik
  4. Perspektif Teologi Kristen

BAB II TINJAUAN UMUM POLITIK

  1. Politik Keadilan dan Kebaikan
    1.1. Persoalan Keadilan
    1.2. Persoalan Pluralitas
    1.3. Hukum dan Asparatus
    1.4. Tentang Negara
  2. Politik Perjanjian dan Kekerasan
  3. Pembagian Kekuasaan dan Tertib Hukum

BAB III POLITIK ALKITAB DAN GERAKAN KENABIAN

  1. Tradisi-tradisi Politik: Alam dan Agama
    1.1. Struktur Sosial dan Fisik
    1.2. Dimensi dan Muatan Politik Agama
          1.2.1. Politik Ontokrasi
          1.2.2. Politik Teokrasi
    1.3. Israel: Pematahan dan Invensi Politik
          1.3.1. Keterbukaan yang Keras Kepala (Uncompromising Opennes)
          1.3.2. Pelepasan Segala Unsur Magis
          1.3.3. Eksodus sebagai Pelepasan Unsur Keilahian Raja
          1.3.4. Perjanjian Sinai: Proklamasi Nilai Baru
  2. Etika Politik Kenabian
  3. Jalan Salib Menuju Roma
    3.1. Yesus dan Politik
    3.2. Memasuki Roma
    3.3. Relativisme Ketaatan (Roma 13:1-7)
           3.3.1. Paulus: Yahudi dan Romawi
           3.3.2. Kondisi Sosial-Ekonomi-Politik
           3.3.3. Waktu dan Tujuan

BAB IV KONSEPSI DAN ALIRAN POLITIK KRISTEN

  1. Konsepsi Bapa-bapa Gereja
    1.1. Augustinus
    1.2. John Calvin
    1.3. Marthin Luther
  2. Beberapa Tanggapan terhadap Politik
    2.1. Penolakan Total
           2.1.1. Monastisme
           2.1.2. Mistisisme
    2.2. Keterlibatan Kritis: Social Gospel
           2.2.1. Pemahaman dan Sasaran Kritik
           2.2.2. Tantangan terhadap Aksentuasi Doktrin Gereja
           2.2.3. Perhatian terhadap Buruh
           2.2.4. Pemahaman dan Sasaran Kritik
    2.3. Kombinasi Ontokrasi dengan Teokrasi
    2.4. Muatan Sekularisasi
    2.5. Teologi Pembebasan

BAB V POLITIK KRISTEN DI INDONESIA

  1. Injil dalam Bayang-bayang Penjajahan
  2. Perlawanan yang Tidak Berdaya
    2.1. Comite Oemoem bagi Autonome Molukse Kerk
    2.2. PMB & HKB: Gerakan Politik Struktural
    2.3. Gerakan Perlawanan Pattimura
  3. Organisasi dan Partai
    3.1. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
    3.2. Partai Kristen Indonesia (Parkindo)
  4. Militer (isme) dan HKBP
    4.1. Militer (isme) di Indonesia
    4.2. Konsekuensi Teologis-Politis Kasus HKBP
           4.2.1. Konsekuensi Hukum dan Politis
           4.2.2. Konsekuensi Teologis

BAB VI MENUJU PARADIGMA BARU

  1. Penghancuran Absolutisme
  2. Politik Kristen Indonesia yang Linglung
  3. Menuju Paradigma Baru

DAFTAR KEPUSTAKAAN


Pengarang