Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/kerygmao/public_html/includes/functions/database.php on line 19

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/kerygmao/public_html/includes/functions/database.php:19) in /home/kerygmao/public_html/includes/functions/general.php on line 1302

Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/kerygmao/public_html/includes/classes/seo.class.php on line 78

Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/kerygmao/public_html/includes/classes/seo.class.php on line 78
Sebuah Studi Mengenai Perjamuan Kudus Setiap Hari Tuhan: Mengapa, Toko Buku Kristen Online | Kerygma Online

Rp. 17.500,-

Sebuah Studi Mengenai Perjamuan Kudus Setiap Hari Tuhan: Mengapa
[Soft Cover]

Sebuah Studi Mengenai Perjamuan Kudus Setiap Hari Tuhan: Mengapa

Pengarang: Alger Fitch
Ukuran Buku: 14 x 20 cm
Isi: 72 halaman

Sebuah Studi Mengenai PERJAMUAN KUDUS Setiap HARI TUHAN: Mengapa dan Sejak Kapan?

Sebelum kita memusatkan perhatian kita pada satu pertanyaan tentang seberapa sering gereja harus berkumpul untuk Perjamuan Tuhan, kita akan melihat kembali dengan sebaik-baiknya penetapannya. Jauah-jauh hari sebelum orang-orang Gerika menyebutnya sebagai "misteri sakral," bagi orang-orang percaya mula-mula itu adalah makanan yang sederhana saja. Mendahului masa-masa ketika orang-orang Latin menyebutnya sebagai "korban musa kudus," perjamuan itu awalnya hanyalah sebuah perjamuan keluarga.

Organisasi-organisasi denominasional sudah membuat penetapan-penetapan mereka sendiri yang mengubah pelaksanaan dan arti dari perjamuan dimaksud, tetapi di kamar loteng di Yerusalem dan di dalam gereja muda pada hari-hari di abad pertama, kesederhanaan dari perjamuan tersebut justru menyampaikan sebuah berita yang luar biasa. Pada waktu itu tidak ada imam-imam yang berjubah, tidak ada pembakaran ukupan, tidak ada giring-giring yang dibunyikan. Yang ada adalah orang-orang kebanyakan yang berkumpul bersama mengelilingi meja yang sederhana sementara mereka saling membagi dalam perjamuan kasih yang istimewa.

---

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Introduksi

  1. Mengikuti Jalan Kerasulan
  2. Mengikuti Jalan Sejarah
  3. Mengikuti Jalan Reformasi
  4. Mengikuti Jejak Teologi/Tipologi
  5. Suara-suara Bernada Keberatan yang Akan Dihadapi

Kesimpulan

Pengarang