Rp. 49.000,-

Teologi Kemerdekaan
[Soft Cover]

Teologi Kemerdekaan

Pengarang:  Marthinus Th. Mawene
Ukuran Buku:  14.5 x 21 cm
Isi: 231 hlm.

 

TEOLOGI KEMERDEKAAN

Kesadaran kita terhentak tatkala beberapa wilayah di negara kita hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan berbagai alasan mereka menyatakan keinginannya untuk memerdekakan diri. Pertanyaan kita adalah apa akar perjuangan memerdekakan diri itu? Apakah sekadar masalah ketidakadilan, penindasan dan kekerasan sosial serta nyerinya penderitaan yang mereka alami; atau ada hal lain lagi yang mengakari semua perjuangan mereka?

Buku ini mengulas konsep Alkitab tentang kemerdekaan dalam perspektif Kerajaan Allah, yakni ihwal pemerintahan Allah di dunia ini. Allah menjadi sumber, pemelihara sekaligus penjamin kemerdekaan manusia. Sebaliknya manusia dituntut kesetiaannya kepada Allah karena anugerah kemerdekaan kepadanya. Perjanjian Lama mengungkapkan bahwa karena ketidaksetiaan umat-Nya, Allah menjadikan bangsa-bangsa asing, sebagai alat di tangan-Nya untuk mendisiplinkan mereka dengan keras. Bangsa asing merampas kemerdekaan mereka dan menjajahnya.

Situasi dijajah juga dialami umat yang hidup pada zaman Yesus. Di tengah perjuangan umat yang menginginkan tegaknya kerajaan politis, Yesus justru tampil sebagai Mesias yang menentang cara-cara kekerasan dalam memperjuangkan kemerdeaaan. Radikalisme Yesus jauh mengatasi semua bentuk perjuangan pemerdekaan diri manusia dengan memerangi akar penjajahan dan penderitaan manusia yakni dosa.

 

DAFTAR ISI

Pendahuluan

Kepustakaan

BAB 1  KEMERDEKAAN DALAM PERSPEKTIF KERAJAAN ALLAH

A. Pergumulan Kemerdekaan dalam Perjanjian Lama

  1. Keluaran 3:7-9
  2. Hakim-hakim
  3. Yesaya 30-31
  4. Yeremia 26-30
  5. Deutero Yesaya

B.  Yesus Kristus dan Kemerdekaan Sejati dalam Perjanjian Baru

  1. Sikap Yesus terhadap Kemerdekaan
    1. Yesus Tidak Memihak
    2. Yesus Memihak
    3. Yesus Memihak Kerajaan Allah
    4. Yesus Memberikan Kemerdekaan Sejati
  2. Kemerdekaan dalam Surat-surat Rasuli
    1. Galatia 5:1,13
    2. 2 Korintus 3:17
    3. 1 Petrus 2:16

C.  Kerajaan  Allah dan Teologi Kemerdekaan

  1. Kerajaan Allah sebagai Bingkai Teologis
  2. Menuju Suatu Teologi Kemerdekaan
    1. Allah adalah Tuhan Merdeka
    2. Allah sebagai Tuhan Sejarah

Kepustakaan

BAB 2 KELUARAN DARI MESIR SEBAGAI PARADIGMA PEMBEBASAN DALAM KITAB DEUTERO-YESAYA

A.  Pandangan Para Nabi Israel tentang Sejarah Masa Silam Bangsanya

  1. Tiga Model Penafsiran Sejarah
  2. Tradisi Keluaran dalam Pandangan Para Nabi

B.  Tradisi Keluaran dari Mesir dalam Kitab DY

  1. Pasal 40:3-5
  2. Pasal 41:17-20
  3. Pasal 43:14-21
  4. Pasal 44:27
  5. Pasal 48:20-21
  6. Pasal 49:8-13
  7. Pasal 50:1-3
  8. Pasal 51:9-11
  9. Pasal 52:3-6
  10. Pasal 52:11-12
  11. Pasal 55:12-13

C.  Pembebasan dari Pembuangan di Babel sebagai Suatu Keluaran yang Baru

  1. TUHAN Membebaskan Umat-Nya dari Babel
  2. TUHAN Menuntun Umat-Nya di Padang Gurun

D.  Kesimpulan

Kepustakaan

BAB 3  MERAJUT SPIRITUALITAS PEMBEBASAN

A. Penghiburan bagi yang Tertindas

  1. Dari Jurang yang Dalam
  2. Dekat Allah: Tenang
  3. Jangan Takut, Aku Menyertaimu
  4. Umat yang Rendah Hati dan Lemah
  5. Berbahagialah yang Tidak Frustasi
  6. TUHAN Memihak yang Lemah

B. Anjuran untuk Bertindak Secara Benar

  1. Taatilah Hukum dan Tegakkanlah Keadilan
  2. Antara Mesir dan Kanaan
  3. Terang bagi Bangsa-bangsa
  4. Bebas Memilih untuk Tidak Bebas
  5. Benar-benar Bebas
  6. Etika Kemerdekaan
    1. Hidup Sebagai Orang-orang Merdeka
    2. Kebebasan yang Bertanggung jawab
  7. Ketiadaan Firman TUHAN sebagai Hukuman

C. Injil dan Institusi Pembebasan

  1. Injil dan Karya Pembebasan
  2. Dua Sosok Pejuang Pembebasan
  3. Membangun sebagai Karya Pembebasan
  4. Menjadi Agen Pembebasan
  5. Menjadi Hamba Allah
  6. Gereja sebagai Institusi Pembebasan
  7. Masyarakat sebagai Institusi Pembebasan
  8. Allah Mengasihi Semua Orang

D. Pembebasan dalam Napas Hikmat dan Pengharapan akan Dunia Baru

  1. Hikmat Pembebasan
  2. Pembebasan Akhir

Kepustakaan

 

Pengarang