Rp. 131.500,-

Theologia Abu-Abu
[Hard Cover]

Theologia Abu-Abu

Pengarang : Pdt. Dr. Stevri Indra Lumintang
Ukuran Buku : 23 x 15,5 cm
Isi : 708 hlm.
Prakata :
- Prof. Joseph Tong, Ph.D
  President, ITS, Los Angeles USA

Teologi Abu-Abu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abu-abu, yaitu teologi bukan hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yang ada di dunia ini. Inilah teologi abu-abu yang dengan bangga ditawarkan oleh kaum pluralis, sebagai teologi yang sempurna dan sangat tepat untuk menjawab persoalan fenomena pluralitas agama dan budaya di dunia. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsur-unsur absolut yang diklaim oleh masing-masing agama. Kaum pluralis sedang bermimpi untuk mengulangi keindahan taman Eden, dan membangun kembali menara Babel (Utopia), namun sayang teologi mereka yang abu-abu tersebut hancur bersama dengan hancurnya menara Babel.

Buku ini, Theologia Abu-Abu: Pluralisme Agama, merupakan hasil karya yang cukup teliti dan tekun. Saya merasa segar dan bangga atas hasil karya Pdt. Stevri Indra Lumintang, seorang murid saya yang telah berusaha dengan sekuat mungkin untuk memahami hakikat ortodoks kebenaran dan tradisi Kristen dengan pemberitaan Injil yang murni. Tema buku ini cukup jelas mengemukakan problema-problema teologi masa kini yang nyatanya tidak mau dan tidak berani mengambil pendirian yang berkonsekwensi, yaitu pendirian yang berdasarkan Firman, wahyu Allah dengan setumpuk alasan dan kepentingan untuk merelevansikan Injil Kristus yang sebenarnya sudah relevan.

 

DAFTAR ISI

PERSEMBAHAN
PRAKATA OLEH Prof. JOSEPH TONG, Ph.D.
KATA PENGANTAR
PENDAHULUAN
DAFTAR ISI

BAGIAN 1
PENGERTIAN DAN LATAR BELAKANG

BAB I
TEOLOGI ABU-ABU:
DIMENSI DEFINITIF DAN HISTORIS

A. Dimensi Definitif
B. Dimensi Historis

  1. Pluralisme Era Perjanjian Lama
  2. Pluralisme Era Perjanjian Baru
  3. Pluralisme Era Bapak Gereja dan Modern

BAB II
LATAR BELAKANG BANGKITNYA TEOLOGI ABU-ABU (PLURALISME) DALAM TEOLOGI KRISTEN

  1. Fakta Kemajemukan Agama dan Tuntutannya
  2. Relativisme: “Semua adalah relatif dan sama”
  3. Teologi Sekularisasi Barat
  4. Globalisasi
  5. Sekolah Tinggi Teologi dan Literatur Kaum Pluralis
  6. Konsili Vatikan II (1961-1965) dan
  7. Sidang Raya DGD di Uppsala (1968)
    1. Rumusan Konsili Vatikan II
    2. Rumusan Sidang Raya DGD di Uppsala

BAGIAN 2
DASAR BERPIJAK TEOLOGI ABU-ABU

BAB III
PRESUPOSISI KAUM PLURALIS DALAM BERTEOLOGI

  1. Hasil Tulisan Para Penulis Injil adalah Diskontinu dengan Peristiwa Yesus (Penolakkan terhadap Inspirasi Alkitab)
  2. Semua Sejarah adalah Penyataan Allah (Penolakan terhadap Penyataan Umum dan Khusus Allah)
  3. Semua Sejarah adalah Sejarah Keselamatan Allah (Penolakan terhadap Konsep Sentrisme Heilsgeschichte)

BAB IV
SISTEM HERMENEUTIKA KAUM PLURALIS

  1. Persoalan: Hermeneutik dan Teologi
  2. Sistem Hermeneutika Kaum Pluralis
    1. Kritik Redaksi: Ketidaksinambungan antara Yesus Sejarah dan Yesus Kepercayaan
    2. Injil adalah Kesaksian Iman Para Murid, tidak Relevan lagi dengan Konteks Masa Kini
    3. Pendekatan Sosiologis, Anthropologis dan Psikologis terhadap Alkitab
    4. Teks-Teks Favorit: Menekankan hanya pada Teks-Teks Alkitab yang Mendukung Konsep Mereka
      yang Inklusif dan Memahami Teks Lepas dari Konteks Teks Tersebut
    5. Kritik Kanonik: Alkitab dan Tradisi Merupakan Sumber Teologi
    6. Inkarnasi Teks: Teks Tunduk kepada Konteks
    7. Sistem Penafsiran Kritik Sosial (The Socio-Critical Interpretation)
    8. Hubungan Hermeneutika dan Presuposisi
  3. Sistem Hermeneutika Teologi Kontemporer

BAGIAN 3
INTISARI TEOLOGI ABU-ABU

BAB V
KRISTOLOGI ABU-ABU: TEMA-TEMA YANG MUNCUL (PLURALISME DALAM DOKTRIN KRISTUS)

  1. Metode Pendekatan Kristologi
  2. Yesus Sejarah
  3. Inkarnasi Allah
    1. Inkarnasi Song, Panikkar dan Rahner yang Multireligius
    2. Inkarnasi Hick yang Metaforis
  4. Kristologi Kontekstual
  5. Kristologi Marcus J. Borg
  6. Kristologi Knitter yang Teosentris
  7. Kristologi Kosmik (Cosmic Christology)

BAB VI
LATAR BELAKANG BANGKITNYA KRISTOLOGI ABU-ABU

  1. Bangkitnya Persoalan Teologi
    1. Renaissance
    2. Rasionalisme
    3. Pencerahan (Enlightenment)
    4. Liberalisme dan Kritik Alkitab
  2. Persoalan Kristologi
    1. Persoalan Relasi Peristiwa Yesus dan Penulisan
      1. Pendekatan Konservatif
      2.  Pendekatan Liberal yang radikal
    2. 2. Persoalan Relasi Yesus Kepercayaan dan Yesus Sejarah
      1. Penyelidikan Yesus Sejarah
      2. Penyelidikan Baru Yesus Sejarah
      3. Penyelidikan Ucapan-Ucapan Yesus: Yesus Seminar
      4. Penyelidikan Ketiga Yesus Sejarah
    3. Persoalan Relasi Studi Pribadi Yesus dan Karya Yesus (Ontologis vs Fungsional)
    4. Persoalan Titik Berangkat Kristologi: Kristologi dari Atas dan Kristologi dari Bawah
      1. Metode Kristologi dari Atas
      2. Metode Kristologi dari Bawah
    5. Persoalan Finalitas Yesus di antara Agama-Agama Dunia

BAB VII
SOTERIOLOGI ABU-ABU (PLURALISME DALAM DOKTRIN KESELAMATAN)

  1. Kelompok Eksklusivisme atau Restriktivisme
    1. Pandangan dan Sejarah
    2. Penganut
    3. Ciri Khas
  2. Kelompok Inklusivisme
    1. Universalisme yang Liberal
    2. Inklusivisme yang Kristosentris
    3. Inklusivisme yang Universalis
  3. Pluralisme – Theo Centric
  4. Pluralisme Baru: Dialog-Centric

BAGIAN 4
IMPLIKASI MISIOLOGIS TEOLOGI ABU-ABU

BAB VIII
MISIOLOGI ABU-ABU (PLURALISME DALAM MISI KRISTEN)

  1. Paradigma Baru: Implikasi Teologi Abu-Abu
  2. Pengertian Misi: Konsep Misi yang Inklusif
  3. Tujuan Misi Kristen
  4. Dialogis sebagai Misi Kaum Pluralis
    1. Hakikat Dialog
    2. Usulan Kaum Pluralis dalam Berdialog
    3. Bahaya Konsep dan Metode Misi Kaum Pluralis yang Dialogis

BAB IX
PENGINJILAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT MAJEMUK, SUATU KONTRIBUSI

  1. Tantangan Sekaligus Peluang
  2. Misi Alkitabiah
  3. Dialog yang Teologis
  4. Misi Penginjilan yang Kontekstual
  5. Evaluasi dan Stimulasi

BAB X
KONFLIK DAN TOLERANSI AGAMA DI INDONESIA
PENDAHULUAN

  1. Kemajemukan dan Konflik Agama di Indonesia
    1. Bentuk Konflik Agama: Tinjauan Historis
    2. Latar Belakang Konflik Agama
      1. Ketakutan Kelompok Islam atas Pengaruh Kekristenan di Indonesia
      2. Semangat Solidaritas
      3. Klaim Mayoritas
      4. Sikap Eksklusif yang Menimbulkan Persaingan Agama
      5. Konsep Perang Suci dan Fanatisme Agama
      6. Latar Belakang Politik yang Menyakitkan dan Klaim Jasa Kemerdekaan
      7. Gerakan Penginjilan Kelompok Kristen tertentu
    3. Pancasila: Usaha Pemerintah Mengatasi Konflik Agama dan Peranan Agama
  2. Toleransi Antar Umat Beragama Dalam Perspektif Kristen
    1. Pengertian dan Pentingnya Toleransi Agama di Indonesia
    2. Peranan Agama Kristen dalam Toleransi Agama
    3. Toleransi Agama dalam Perspektif Sosiologis
    4. Toleransi Agama dalam Perspektif Teologis
      1. Teologi merupakan Dasar Etika Toleransi
      2. Etika Toleransi merupakan Disiplin Ilmu Terapan (Applied Theology)
      3. Teologi merupakan petunjuk bagi Etika Toleransi
      4. Dasar-Dasar Teologi Kristen bagi Toleransi
    5. Toleransi Agama dan Penginjilan
    6. Toleransi dan Dialog yang Teologis

BAGIAN 5
TEOLOGI ABU-ABU C.S. SONG YANG TRANSPOSISIONAL
PENDAHULUAN

BAB XI
LATAR BELAKANG TEOLOGI ABU-ABU C.S. SONG

  1. Latar Belakang Pribadi dan Pemikiran C.S. Song
    1. Sekelumit Mengenai Pribadi dan Karya C.S. Song
    2. Tinjauan Umum Mengenai Teologi Abu-Abu C.S. Song
    3. Sumber Teologi Abu-Abu C.S. Song
    4. Pengaruh Teologi Abu-Abu C.S. Song di Indonesia
  2. Latar Belakang Bangkitnya Teologi Song yang Anti-Sentrisme
  3. Ringkasan

BAB XII
PENGERTIAN, PRESUPOSISI DAN HERMENEUTIKA TEOLOGI C.S. SONG

  1. Pengertian Teologi Transposisi
  2. Presuposisi Teologi Transposisi yang Abu-Abu
    1. Penolakan terhadap Penyataan Khusus dan Pengidentikkan semua Sejarah sebagai Penyataan Allah
    2. Penolakan terhadap Konsep Sentrisme (Heilsgeschichte)
    3. Sistem Penafsiran Radikal dan Situasional

BAB XIII
DASAR ALKITABIAH TEOLOGI TRANSPOSISI C.S. SONG

  1. Dasar Pengajaran Perjanjian Lama
    1. Penghancuran melalui Menara Babel
    2. Penyebaran Israel
    3. Allah Segala Bangsa
  2. Dasar Pengajaran Perjanjian Baru
    1. Penghancuran melalui Salib
    2. Penyebaran melalui Kebangkitan
    3. Allah Para Penderita
    4. Allah di luar Kekristenan
    5. Penyataan Allah di luar Kekristenan
    6. Kegagalan Orang Kristen dan Keunggulan Non-Kristen
    7. Misi Pembebasan Politik
    Kesimpulan

BAGIAN 6
TEOLOGI ABU-ABU SEBAGAI TEOLOGI KONTEMPORER

BAB XIV
TEOLOGI ABU-ABU DAN TEOLOGI PEMBEBASAN ALA TEOLOG ASIA

  1. Wajah Asia Secara Umum
  2. Latar Belakang Bangkitnya Teologi Pembebasan di Asia
    1. Latar Belakang Sosial-Ekonomi (Tingkat Kemiskinan yang Tinggi)
    2. Latar Belakang Agama dan Kebudayaan Asia serta Kompleksitasnya
  3. Bangkitnya Isu-Isu Teologi Pembebasan: Sosial-Politik, Ekonomi dan Agama
  4. Metode Teologi Pembebasan di Asia
    1. Teologi Minjung
    2. Teologi Rakyat
    3. Teologi Perjuangan atau Pergumulan
    4. Teologi Kemajemukan (Plurality)
  5. Model-Model Teologi Pembebasan di Asia
  6. Persamaan Teologi Pembebasan Asia dan Amerika Latin
  7. Bahaya Teologi Pembebasan
  8. Hubungan Teologi Pembebasan dengan Teologi Abu-Abu (Pluralisme)
    1. Persamaan Sistem Hermeneutika
    2. Persamaan Latar Belakang Konteks Historis
    3. Persamaan Latar Belakang Konteks Teologis
    4. Teologi Abu-Abu Mendukung Teologi Pembebasan
    5. Teologi Pembebasan dan Teologi Abu-Abu Memiliki Kesamaan Akar Pemikiran Teologis
    6. Kaum Pluralis Diinspirasikan oleh Kaum Liberalis

BAB XV
TEMA-TEMA YANG DIANGKAT KAUM PLURALIS

  1. Allah yang Sama (Identifikasi Allah)
    1. Kesamaan Fenomena Ibadah dari John Hick
    2. Kesamaan Allah Berdasarkan Argumentasi Sejarah Bangsa Arab
    3. Kepada Allah yang Tidak Dikenal
    4. Studi Banding Agama-Agama
  2. Kerajaan Allah Bukan Kerajaan Yesus
    1. Model Teosentris Paul F. Knitter
    2. Teori Kopernikus John Hick
    3. Kerajaan Allah menurut C.S. Song
    4. Kerajaan Allah menurut Lesslie Newbigin
    5. Kerajaan Allah menurut Pinnock
  3. Amanat Agung (Mat. 28:16-20) di Mata Kaum Pluralis
    1. Amanat Agung bukan dari Matius 28:16-20
    2. Amanat Agung bukanlah Perintah untuk Merubah Kebudayaan
    3. Amanat Agung Tidak Pernah Diamanatkan oleh Yesus Kristus
    4. Amanat Agung merupakan Hambatan Teologis

BAGIAN 7
KERAJAAN ALLAH DAN MISI GEREJA MASA KINI, SUATU TANGGAPAN TERHADAP KONSEP TEOSENTRIS KAUM PLURALIS

BAB XVI
PERSOALAN PENYEMPITAN ARTI KERAJAAN ALLAH
BAB XVII
PENGAJARAN ALKITAB TENTANG KERAJAAN ALLAH

  1. Kerajaan Allah dalam Pengajaran Perjanjian Lama
    1. Istilah yang Dipahami
    2. Hakikat Kerajaan Allah
      1. Kerajaan Allah dan Penciptaan: Allah sebagai Pencipta
      2. Allah sebagai Raja Seluruh Dunia (Kini dan Nanti)
      3. Kerajaan Allah dan Perjanjian Allah: Allah sebagai Penebus
      4. Allah sebagai Raja Israel
      5. Kerajaan Allah Pada Masa yang Akan Datang (Kingdom Is Tomorrow)
      6. Kesimpulan
  2. Kerajaan Allah dalam Pengajaran Perjanjian Baru
    1. Kerajaan Allah dan Pribadi Tuhan Yesus
    2. Kerajaan Allah dan Pengajaran Tuhan Yesus
      1. Kerajaan Allah adalah Kini dan Nanti
      2. Proklamasi Yesus: Kerajaan Allah juga merupakan Kerajaan Yesus
  3. Misteri Kerajaan Allah (Perumpamaan tentang Kerajaan Allah)

BAB XVIII
KERAJAAN ALLAH DAN MISI GEREJA MASA KINI: THEOSENTRISME-KAH?

  1. Hakikat Gereja
  2. Hubungan yang Esensial antara Gereja dan Kerajaan Allah
    1. Kerajaan Allah bukanlah Gereja dan Gereja Bukanlah Kerajaan Allah
    2. Kerajaan Allah Menciptakan Gereja dan Bekerja Melalui Gereja
    3. Kerajaan Allah Lebih dari pada Gereja
    4. Gereja sebagai Saksi bagi Kerajaan Allah
  3. Misi Allah: Misi Gereja sebagai Misi Kerajaan Allah
    1. Evaluasi Alkitab terhadap Misi Gereja
    2. Misi Gereja melalui Firman dan Perbuatan (Word and Deed)
      1. Arti Penginjilan
      2. Prioritas Penginjilan: Proklamasi atau Aksi Sosial
      3. Berita Penginjilan: Finalitas Kristus atau Pluralisme
      4. Pemberitaaan: Keselamatan atau Humanisasi
    3. Misi Gereja yang Holistik merupakan Pelaksanaan Totalitas Kerajaan Allah
      1. Hubungan antara Penginjilan dan Aksi Sosial
      2. Aktualisasi Misi Gereja dalam Totalitas Kerajaan Allah
  4. Kesimpulan

BAGIAN 8
DOKTRIN YANG TIDAK DISUKAI KAUM PLURALIS

BAB XIX
KEUNIKAN YESUS KRISTUS: TIDAK ADA YANG LAIN

  1. Anti Keunikan Yesus Kristus
    1. John Hick: Yesus Kristus bukan Tuhan
    2. Th. Sumartana: Yesus Kristus Diganti oleh Allah Bapa
    3. Ioanes Rakhmat: Kristus bukan Allah (Sub-ordinasionisme)
  2. Keabsolutan Keunikan Yesus Kristus
    1. Keunikan Nama Yesus
    2. Keunikan Pribadi Yesus sebagai Allah dan Manusia yang Sejati
      1. Yesus adalah Allah yang Sejati
      2. Yesus adalah Manusia yang Sejati
      3. Kesatuan Dua Natur Pribadi Yesus Kristus
    3. Keunikan Gelar Yesus sebagai Anak Allah dan Anak Manusia
      1. Yesus adalah Anak Allah
      2. Yesus adalah Anak Manusia
    4. Keunikan Pernyataan Yesus: Ego Eimi (Akulah)
    5. Keunikan Inkarnasi Pribadi Kedua Allah Tritunggal
    6. Keunikan Kematian Yesus
    7. Keunikan Kebangkitan Yesus
    8. Keunikan Kenaikan Yesus ke Surga
    9. Keunikan Pejabatan Yesus sebagai Kristus
      1. Keunikan Yesus sebagai Imam
      2. Keunikan Yesus sebagai Nabi
      3. Keunikan Yesus sebagai Raja
      4. Pemahaman Yesus tentang keunikan-Nya sebagai Mesias
  3. Keabsolutan Keunikan Yesus Kristus di antara Tokoh-Tokoh Agama Sedunia

BAB XX
PEMILIHAN DAN PENEBUSAN TERBATAS:

Kematian Yesus Cukup Untuk Semua Orang, Namun Hanya Efektif Untuk Umat Pilihan

  1. Keberatan Kaum Universalis, Arminianis dan Pluralis
    1. Kaum Universalis: Penebusan Tidak Terbatas (Universal)
    2. Kaum Arminianis: Penebusan Tidak Terbatas (Universal)
    3. Kaum Pluralis: Penebusan Tidak Terbatas
    4. Kesimpulan
  2. Pemilihan dan Penebusan Terbatas
    1. Pemilihan Berdasarkan Ketetapan Allah yang Berdaulat
      1. Pernyataan Doktrin Ketetapan Allah
      2. Pernyataan Alkitab mengenai Doktrin Ketetapan Allah
    2. Pemilihan Terbatas dan Tak Bersyarat (Predestinasi)
      1. Pernyataan Doktrin Pemilihan Terbatas dan Tak Terbatas
      2. Pernyataan Alkitab mengenai Doktrin Pemilihan
      3. Implikasi Doktrin Pemilihan Terbatas (Predestinasi)
    3. Penebusan Terbatas (Limited Atonement)
      1. Penebusan Kristus sebagai Realisasi Pemilihan
      2. Penebusan Kristus hanya untuk Umat Pilihan
  3. Tanggapan terhadap Doktrin Penebusan (Universal)

BAGIAN 9
PENUTUP

BAB XXI
TEOLOGI SATU WARNA: TEOLOGI PUTIH ATAU HITAM

Pendahuluan

  1. Pengertian mengenai Teologi
  2. Teologi Satu Warna (Teologi Reformed/Reformasi)
    1. Teologi reformasi merupakan titik balik paradigma teologi
    2. Teologi reformasi merupakan dasar atau buah dari peristiwa reformasi
    3. Teologi reformasi merupakan induk teologi gereja protestan dunia
    4. Teologi reformasi dan reformed mempengaruhi dunia di luar gereja
    5. Teologi reformed adalah teologi yang konsisten
    6. Teologi reformed berakar pada sistem teologi yang bersifat teosentris
    7. Teologi reformed adalah teologi yang dapat dipertanggung jawabkan
    8. Teologi injili masa kini berakar pada teologi reformasi
    9. Teologi reformed merupakan teologi yang relevan mengatasi persoalan gereja masa kini, termasuk persoalan pluralisme agama
  3. Prinsip Dasar Teologi Satu Warna: Kedaulatan Allah
  4. Prinsip-prinsip Teologi Satu Warna (Teologi Reformed)
  5. Karakteristik Teologi Satu Warna
    1. Teologi Gereja Am yang Kudus
    2. Teologi dengan Sistem Teosentris
    3. Teologi Anugerah
    4. Ketetapan Allah
    5. Predestinasi
    6. Penyataan Umum dan Khusus
    7. Teologi sebagai Hikmat
    8. Teologi dengan Sistem Terbuka (open system)
  6. Delimitasi Teologi Satu Warna
  7. Tugas Teologi Dalam Perspektif Teologi Satu Warna
  8. Metode Teologi Satu Warna
  9. Sumber Teologi Satu Warna
    1. Penyataan Allah Sumber Teologi Satu Warna
      1. Pengartian Umum
      2. Pengartian Alkitab
      3. Penyataan Umum
      4. Penyataan Khusus
      5. Alat-Alat Penyataan Khusus
      6. Penulisan mengenai Penyataan Allah
    2. Alkitab Sumber Teologi Satu Warna
      1. Inspirasi (Pengilhaman)
      2. Kedudukan Alkitab Dalam Penyataan
      3. Kanonisasi Alkitab (Finalitas Kebenaran Alkitab)
        1. Arti Istilah Kanon
        2. Patokan dan Pergumulan Historis Kanonisasi Alkitab Protestan
        3. Klasifikasi Versi-Versi Dalam Kanonika
      4. Keunikan Alkitab: Infallibilitas (Ketidakbersalahan Alkitab)
      5. Ketahanan dan Penyebarluasan Alkitab
      6. Transliterasi dan Versi-versi Alkitab

BAB XXII
BAHAYA TEOLOGI ABU-ABU DAN MIMPI KAUM
PLURALIS (UTOPIA), SERTA KEHANCURAN
TEOLOGI ABU-ABU BERSAMA DENGAN
KEHANCURAN MENARA BABEL

  1. BahayaTeologi Abu-Abu
  2. Teologi Abu-Abu dan Utopia
  3. Teologi Abu-Abu Hancur Bersama Hancurnya Menara Babel
  4. Keselamatan Kaum Pluralis

      Kepustakaan


Pengarang